Keselamatan perlintasan sebidang menjadi perhatian serius pemerintah,
Jakarta (KABARIN) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap ilustrasi kronologi terjadinya kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
"Pada tanggal 27 April 2026 pukul 20.52 WIB terjadi insiden kecelakaan kereta api di emplasemen Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan Kereta Api Commuter Line Jakarta-Cikarang dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek," kata Menhub dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.
Lewat tayangan video ilustrasi di hadapan Ketua dan Anggota Komisi V DPR RI, Menhub membeberkan terjadinya kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Kereta KA Commuter Line 5568A tiba pukul 20.34 WIB lebih awal satu menit di Stasiun Bekasi.
Kemudian kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi pukul 20.35 WIB terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta Api Sawunggalih berhenti di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang.
"Ini adalah ilustrasi grafisnya. Sawunggalih diberangkatkan 20.37 WIB dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39 WIB," kata Menhub.
Selanjutnya sebuah taksi mogok di tengah rel. KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta pukul 20.48 WIB melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut. Atas insiden itu timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut.
"KA 5568A sudah terlambat 8 menit, diberangkatkan 20.45 WIB. Lalu pukul 20.49 WIB KA KRL Jakarta Cikarang 5568A sampai atau tiba di Stasiun Bekasi Timur," jelas Menhub.
Berikutnya KRL 6066B tiba di Stasiun Bekasi. Bersamaan dengan itu terdapat KRL 5568A di belakang KRL 6066B. Kereta Api KRL 5568A tiba pukul 20.49 WIB di Stasiun Bekasi Timur, sudah terlambat 9 menit.
Kereta tersebut sempat berangkat namun terhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan (tabrakan) tersebut.
Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 kilometer per jam. Temperan terjadi pada pukul 20.52 WIB.
Dudy menegaskan, menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan.
Kementerian Perhubungan juga memprioritaskan percepatan penanganan korban, pemulihan operasional perjalanan kereta api, agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali berjalan dengan aman dan lancar.
Berbagai langkah evaluasi, tambah Menhub Dudy, perbaikan dan peningkatan aspek keselamatan transportasi menjadi fokus Kementerian Perhubungan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Keselamatan perlintasan sebidang menjadi perhatian serius pemerintah," imbuh Menhub.
Menhub juga menyebutkan insiden itu mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, lima korban yang masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026